Daily Sunnah – Di Manakah Destinasi Terakhir Kita?

Hanya Allah sahaja yang mengetahui di mana seseorang itu akan mati. Berdoalah kepada Allah SWT agar nyawa kita diambil di tempat-tempat yang baik, dan elakkan diri daripada berkunjung ke tempat-tempat yang kurang baik atau penuh maksiat agar kita tidak dicabut nyawa ketika kita berada di sana. 

Kita mungkin memikirkan tidak mungkin aku akan mati di sini atau di sana tetapi perlulah kita meyakini bahawa ketika Allah menakdirkan sesuatu, Allah juga menciptakan sebab-sebabnya. 

Allah Ta’ala berfirman yang bermaksud: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadanya kekuasaan memerintah di bumi, dan Kami beri kepadanya jalan bagi menjayakan tiap-tiap sesuatu yang diperlukannya.(Al-Kahfi 18:84) 

Allah Ta’ala berfirman yang bermaksud: “Sesungguhnya di sisi Allah pengetahuan yang tepat tentang hari kiamat. Dan Dia lah jua yang menurunkan hujan, dan yang mengetahui dengan sebenar-benarnya tentang apa yang ada dalam rahim (ibu yang mengandung). Dan tiada seseorang pun yang betul mengetahui apa yang akan diusahakannya esok (sama ada baik atau jahat); dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi negeri manakah ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Amat Meliputi pengetahuanNya.” (Luqman 31:34) 

Dalam kitab al-Majallis as-Saniyyah karya Syekh Ahmad bin Syekh Hijazi Al Fusyni ada menceritakan, pada suatu hari, malaikat maut Izra’il AS datang menghadap Nabi Sulaiman AS. Tiba-tiba Izra’il AS memandang tajam ke arah seorang lelaki yang sedang duduk bersama tetamu Nabi Sulaiman AS. Tidak lama kemudian malaikat Izra’il AS berlalu pergi.

Lelaki itu bertanya, “Wahai Nabi Allah! Siapakan orang itu?” “Dia adalah malaikat maut,” jawab Nabi Sulaiman AS. Lelaki itu berkata, “Wahai Nabi Allah, tadi aku melihat dia selalu memandangku dengan tajam dan aku menjadi sangat takut. Mungkin dia ingin mencabut nyawaku. Selamatkan aku daripada dia.”

“Bagaimana caranya aku boleh menyelamatkanmu?” tanya Nabi Sulaiman AS. “Arahkan angin untuk membawaku ke negeri India. Mungkin dengan begitu tidak akan dapat menjejakiku,” jawab lelaki itu.

Nabi Sulaiman kemudiannya memerintahkan angin untuk menghantar lelaki itu ke India dalam sekelip mata. Sesampainya di India, Izra’il AS terus mencabut nyawa laki-laki itu, dan setelah selesai, Izra’il AS kembali menghadap Nabi Sulaiman AS.

Nabi Sulaiman AS kemudiannya bertanyakan Izra’il, “Kenapa kau merenung lelaki itu?” Izra’il AS menjawab, “Aku merasa sangat hairan. Aku diperintahkan untuk mencabut nyawanya di India. Namun mengapa dia berada sangat jauh dari negeri itu. Tiba-tiba ada angin yang membawanya sampai ke India. Lalu aku mencabut nyawanya sesuai dengan apa yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT.

Sesungguhnya, setiap yang bernyawa pasti akan mati. Setiap manusia tidak akan mungkin lari dari takdir kematian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: