Tafsir Ringkas Surah Al-Qasas 28: Ayat 79-80
Qarun pada suatu hari keluar di hadapan kaumnya dalam hiasan yang agung, keindahan yang mengagumkan baik kenderaan dan pakaian-pakaian yang dikenakan oleh Qarun dan pengikutnya dengan maksud menunjukkan kehebatan terhadap orang lain, memperlihatkan keagungan dan kemegahan mereka.
Ketika Qarun keluar dengan penuh kemegahan, ramai orang yang terpesona dengan kemewahan yang ditonjolkan Qarun pengikutnya. Mereka adalah orang awam dan orang bodoh yang menginginkan kehidupan dunia. Mereka cenderung kepada material dan perhiasan dunia. Mereka berangan-angan kalaulah mereka mendapatkan seperti yang diberikan kepada Qarun. Mereka mengatakan seandainya kami mempunyai harta, kekayaan dan kedudukan sebagaimana Qarun, maka dapatlah kami menikmatinya seperti dia. Begitulah sifat manusia yang sentiasa menginginkan keluasan dan kemudahan rezeki. Sebagaimana firman-Nya,
“Dan sesungguhnya ia melampau sangat sayangkan harta (secara tamak haloba).”
(Al-‘Aadiyaat 100: 8)
Sebagai bandingan kelompok ini, ada kelompok lain, yakni orang-orang yang mempunyai hikmah, ilmu dan pandangan yang jauh. Para ulama agama dan ahli ilmu yang bermanfaat berkata, waspadalah kalian, gentarlah kalian akan angan-angan dan ucapan-ucapan seperti itu.
Sungguh balasan dan pahala Allah kepada hamba-hamba yang mukmin dan soleh di negeri akhirat adalah lebih baik daripada yang kalian lihat dan kalian angan-angankan. Namun, tidak ada yang boleh menerima syurga, pahala atau mendapatkan taufik untuk itu kecuali orang-orang yang sabar untuk melakukan ketaatan-ketaatan dan sabar meninggalkan maksiat, yang suka dengan negeri akhirat, redha dengan qadha Allah dalam semua yang diturunkan kepadanya baik manfaat (nikmat) mahupun mudharat (musibah) dan yang menjaga diri dari cinta dunia. Firman Allah SWT:
“Maka tidak ada seseorang pun yang mengetahui satu persatu persediaan yang telah dirahsiakan untuk mereka (dari segala jenis nikmat) yang amat indah dipandang dan mengembirakan, sebagai balasan bagi amal-amal soleh yang mereka telah kerjakan.”
(As-Sajdah 32:17)
Sumber: Tafsir Al-Munir, Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili Jilid 10
Leave a comment