Peringatan Al-Quran 

Tafsir Ringkas Surah al-Lail Surah 92: Ayat 1-11

“Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), demi siang apabila terang-benderang, demi penciptaan laki-laki dan perempuan.”

(al Lail 92:1-3)

Allah SWT  bersumpah dengan malam ketika gelapnya menutupi setiap benda yang bercahaya. Allah SWT  juga bersumpah dengan siang ketika terang-benderang kerana lenyapnya kegelapan malam. Selain itu Allah SWT juga bersumpah dengan Zat yang Mahakuasa nan Mahaagung yang menciptakan lelaki dan perempuan dari segala jenis; manusia dan lainnya, sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan.”

(an-Naba` 78:8)

Dalam ayat tersebut tidak disebutkan maf’ul (objek) dari fi’il ( يَغْشَىٰ) kerana sudah diketahui. Ada yang mengatakan bahawa asal kalimatnya adalah (يَغْشَىٰ ٱلنَّهَارِ) menutupi siang. Ada yang juga yang menafsirkan, menutupi seluruh makhluk, bumi atau segala sesuatu dengan kegelapannya.

“Sungguh, usahamu memang beraneka macam.”

(al-Lail 92:4)

Inilah objek yang disumpahi. Ini merupakan jawab dari qasam (sumpah). Maksudnya, sesungguhnya perbuatan semua hamba itu berbeza-beza. Di antara mereka ada yang melakukan perbuatan baik, ada pula yang melakukan perbuatan buruk. Sebahagian perbuatan itu sesat dan sebahagiannya benar. Sebahagian perbuatan itu menyebabkan pelakunya masuk syurga dan sebahagian yang lain menyebabkan masuk neraka.

Senada dengan ayat ini adalah firman Allah SWT,

“Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni syurga; para penghuni syurga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.”

(al-Hasyr 59:20)

Dan firman-Nya,

“Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik(kafir)? Mereka tidak sama.”

(as-Sajdah 32:18)

Juga firman-Nya,

“Apakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu mengira bahawa Kami akan memperlakukan mereka seperti orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, yaitu sama dalam kehidupan dan kematian mereka? Alangkah buruknya penilaian mereka itu.”

(al-Jaathiyah 45:21)

Kemudian Allah SWT menjelaskan secara terperinci mengenai keadaan-keadaan manusia dan membahagikan mereka menjadi dua kelompok. Allah SWT berfirman,

“Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (syurga), maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan).”

(al-Lail 92:5-7)

Adapun orang yang mencurahkan hartanya dalam kebaikan dan menghindari larangan-larangan Allah serta membenarkan janji Allah sebagai ganti dari keimanan dan kebaikannya, Kami akan memudahkan baginya segala hal yang dibebankan kepadanya. Kami juga akan menyediakan langkah-langkah mudah yang akan membawanya kepada kebaikan dan memudahkannya untuk menderma di jalan kebaikan dan beribadah kepada Allah SWT.

“Dan adapun orang yang kedekut dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah), serta mendustakan (pahala) yang terbaik, maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan). Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.”

(al-Lail 92: 8-11)

Barangsiapa yang kikir/kedekut atas hartanya, tidak mendermakannya di jalan kebaikan, mencukupkan diri dengan kenikmatan dunia. daripada kenikmatan akhirat, tidak menginginkan pahala dari Allah dan mendustakan balasan di akhirat, Kami akan menyiapkan sesuatu yang sulit dan jalan susah yang tidak akan menghasilkan apa-apa melainkan kehodohan sehingga dia sangat sulit untuk melakukan dan tidak mampu melakukannya, sampai dia masuk ke dalam neraka. Harta yang enggan dia sedekahkan tidak akan bermanfaat sedikit pun baginya jika dia telah masuk ke neraka Jahannam.

Perlu diperhatikan, pada dasarnya memberi kemudahan dan khabar gembira adalah memberi sesuatu yang menyenangkan. Akan tetapi jika dalam sebuah kalimat disebutkan kebaikan dan kehodohan, kemudahan dan khabar gembira itu ada dalam dua-duanya.

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib r.a. dia berkata,

“Pernah suatu hari kami bersama Nabi saw, di tempat pemakaman Baqi’ Ghargad menghadiri sebuah jenazah. Lantas Beliau bersabda, “Tidak ada seorang pun di antara kalian melainkan tempatnya telah dicatat di syurga dan neraka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, “Kalau begitu, mengapa kita tidak pasrah saja?” Beliau menjawab, “Berbuatlah, kerana setiap orang yang dimudahkan untuk mengerjakan sesuatu yang dia diciptakan untuknya.” Kemudian beliau membaca ayat, “Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (syurga), maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan). Dan adapun orang yang kikir/kedekut dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah), serta mendustakan (pahala) yang terbaik, maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan).”

(al-Lail 92: 5-10)

Sumber: Tafsir Al-Munir, Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, Jilid 15

Leave a comment

Blog at WordPress.com.

Up ↑